PEKERJA SOSIAL DI TENGAH PANDEMI



Kasus COVID-19 yang terjadi di Indonesia menurut juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Ahmad Yurianto (3/6) total pasien positif mencapai 28.233 kasus. Dengan penambahan dalam 24 jam terakhir yaitu 684 kasus. Bukan jumlah yang sedikit tentunya.

Garda terdepan yaitu para petugas medis siap mempertaruhkan nyawanya untuk menolong pasien positif yang terinfeksi. Kita semua tentunya tahu seperti apa perjuangannya demi kesembuhan orang lain. Namun, selain kesehatan fisik ternyata ada aspek lain yang perlu diperhatikan. Rasa takut, khawatir,tindakan pengucilan bahkan penolakan serta stigma masyarakat pun kerap terjadi kepada pasien yang positif maupun yang sudah meninggal serta para petugas medis yang berjuang. Keluarga yang tidak bisa bertemu dengan keluarganya yang di isolasi maupun keluarga dari petugas medis pun ikut merasakan dampaknya.

Dikutip dari artikel Kemensos, "Kita tahu tenaga medis merupakan garda depan yang rentan tertular COVID-19, salah satunya dari pasien yang ditanganinya. Sementara bagi keluarga penderita juga perlu pendampingan," kata Kepala Badan Pendidikan Penelitian dan Penyuluhan Kesejahteraan Sosial (BP3KS) Syahabuddin, dalam jumpa pers di Kementerian Sosial, siang tadi (29/04/2020).

Karena isu tersebut, Kementerian Sosial pun merasa memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam pemutusan rantai COVID-19 ini melalui cara pendampingan. Program ini pun bekerja sama dengan segala pihak yang terkait.

Dikutip dari artikel Kemensos, "Maka Kemensos melakukan perekrutan relawan dengan nama program "Poltekesos Bandung Memanggil". Mereka yang dilibatkan sebagai relawan adalah unsur dosen, alumni Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung dan mahasiswa jurusan Kesejahteraan Sosial." kata Syahabuddin.

Lalu, pelayanan apa saja yang diberikan?

Para relawan yang terdiri dari unsur yang sudah disebutkan di atas melakukan pendampingan lewat metode daring dengan memanfaatkan teknologi informasi. Layanan pendampingan yang dilakukan meliputi:
  1.  Konseling online.
  2. Management stress.
  3. Debriefing.
  4. Moral support.
Dikutip dari artikel Kemensos, dalam menjalankan tugasnya dilakukan pembagian yakni pekerja sosial senior menangani pendampingan bagi para dokter, pekerja sosial alumni Satuan Bakti Sosial Mahasiswa (SBSM) mendampingi perawat, dan pekerja sosial Ikatan Alumni/Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) mendampingi keluarga, dan mahasiswa jurusan Pekerjaan Sosial akan mendampingi relawan.
 
Diharapkan program pendampingan ini dapat membantu dan meberikan dampak yang positif untuk petugas medis, pasien dan keluarganya. Serta sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap pemutusan rantai COVID-19 di Indonesia.
 

 

 



Komentar